Bungkal – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bungkal, Ponorogo, menggelar acara pembekalan Organisasi yang ditujukan khusus bagi calon pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU Bungkal. Acara ini berlangsung di Kantor MWC NU Bungkal pada Rabu, 19 November 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan di tingkat kecamatan, menghadirkan Pengurus PCNU Ponorogo, Bapak Agus Khoirul Hadi, S.Pd., sebagai narasumber utama.

Mengawali acara, Ketua MWC NU Bungkal, Bapak Luqmanul Hadi, dalam sambutannya memberikan penekanan mendalam mengenai prinsip dasar dalam mengabdi di Nahdlatul Ulama. Beliau secara tegas mengingatkan para calon pengurus akan pentingnya izin dan restu dari keluarga terdekat.
“Mengabdi di NU tidak ada gaji. Oleh karena itu, pastikan sudah mendapat izin dari suami, istri, atau keluarga terdekat. Dasar kita dalam ber-NU adalah hadis Nabi, ‘Khairunnaas Anfauhum Linnas‘ (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain),” tegas Bapak Luqmanul Hadi.

Beliau menambahkan bahwa dalam hidup minimal menyisihkan 10% dari hidupnya untuk kegiatan sosial, salah satunya melalui wadah NU seperti Ansor atau Fatayat, maka Allah SWT akan menata seluruh aspek kehidupannya.
Sementara itu, Bapak Agus Khoirul Hadi, S.Pd., dalam sesinya menekankan pentingnya dinamika dalam organisasi dan bagaimana menyikapinya.
Beliau menjelaskan bahwa berorganisasi pasti akan menemukan dinamika yang memunculkan perbedaan. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi perpecahan, melainkan harus dijadikan sarana untuk menyempurnakan organisasi.
Bapak Agus Khoirul Hadi, S.Pd., lantas melanjutkan dengan menekankan pentingnya peran kader muda. Beliau menyebut NU sebagai “Pondok Pesantren Terbesar” dan organisasi terbesar di dunia.

Beliau juga menyoroti bahwa salah satu unsur kesuksesan dalam hidup adalah networking, dan salah satu wadah networking terbaik adalah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Terkait organisasi, beliau mengingatkan agar perbedaan disikapi sebagai sarana penyempurnaan, bukan perpecahan, dengan berpegang teguh pada Manhajul Fikri NU yaitu Moderat, Seimbang, Konsisten dan Toleran.
“Buat apa repot berorganisasi? Masuklah NU secara kaffah (menyeluruh), karena NU adalah jalan keselamatan dalam bermasyarakat, berbangsa dan beragama,” pungkasnya.

Pembekalan ini diikuti oleh beberapa Pengurus MWC NU Bungkal dan Calon Pengurus PAC GP Ansor-Fatayat Bungkal. Kegiatan ini diharapkan dapat menguatkan komitmen ideologis dan semangat pengabdian para kader muda NU dalam menjalankan tugas organisasi ke depan.
