Bungkal – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bungkal, Ponorogo, mengawali rangkaian peringatan Hari Santri tahun 2025 dengan Turba dan Sarasehan Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Pengurus Cabang (PCNU) Ponorogo.
Acara yang dilaksanakan di Kantor MWC NU Bungkal pada Ahad, 5 Oktober 2025 yang dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Bungkal, Pengurus LTMNU PCNU Ponorogo, serta perwakilan dari seluruh Ranting NU se-Kecamatan Bungkal.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya berbagai agenda Hari Santri yang akan melibatkan seluruh elemen NU di tingkat kecamatan hingga desa. Ketua MWC NU Bungkal, Lukmanul Hadi, dalam sambutannya menyebutkan bahwa acara malam ini merupakan rangkaian dari peringatan hari santri di tahun 2025.

Kegiatan utama dalam acara ini adalah Sarasehan LTMNU PCNU Ponorogo. Sarasehan ini merupakan bagian dari program Turba (turun ke bawah) PCNU untuk memperkuat sinergi antara masjid dan kepengurusan NU di tingkat bawah.
Kyai Mahfudin sebagai narasumber pada acara ini menyampaikan beberapa poin utama terkait masjid harus memiliki kepengurusan ta’mir yang jelas, memiliki sertifikat tanah, dan menjadikan masjid sebagai tempat yang inklusif agar ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, anak-anak, dan lansia.
“sudah tidak zamannya masjid melarang anak-anak bermain di masjid, yang akhirnya membuat anak-anak takut masuk masjid lagi” imbuhnya.

Sarasehan ini diharapkan dapat mendorong Ranting NU dan Takmir Masjid di Bungkal untuk lebih aktif dalam memakmurkan masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pergerakan sosial dan dakwah Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen dari seluruh peserta untuk menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Santri 2025 serta menguatkan kelembagaan NU di Kecamatan Bungkal.
